Rabu, 21 Maret 2012

Jelaskan Bagaimana Kepribadian Seseorang Dapat Berkembang Menurut Tokoh Freud dan Erikson

Jelaskan Bagaimana Kepribadian Seseorang Dapat Berkembang Menurut Teori Tokoh Freud dan Erikson ?

Teori kepribadian menurut Freud
Disini kepribadian seseorang dapat berkembang menurut Freud tersusun dari 3 sistem poko yakni : id, ego, dan superego. Meskipun masing-masing bagian dari kepribadian total ini mempunyai fungsi, sifat, komponen, prinsip kerja, dinamisme, dan mekanismenya sendiri.

Id merupakan sistem kepribadian yang asli , id merupkanarahim tempat ego dan superego berkembang. Id berisikan segala sesuatu yang secara psikologis diwariskan dan telah ada sejak lahir, termasuk insting-insting.

Ego timbul karna kebutuhan organisme memerlukan transaksi yang sesuai dengan dunia kenyataan objektif. Orang yang lapar harus mencari, menemukan dan memakan makanan sampai tegangan karena rasa lapar dapat dihilangkan. Ini berarti orang hraus belajar membedakan antara gambaran ingatan tentang makanan dan persepsi aktual terhadap makanan seperti yang ada didunia luar.

Superego , sistem kepribadian ketiga dan yang terakhir dikembangkan adalah superego. Superego adalah perwujudan internal dari nilai-nilai dan cita-cita tradisional masyarakat sebagaimana diternagkan oleh orangtua kepada anaknya dan dilaksanakan dengan cara memberinya hadiah-hadiah atau hukuman. Superego adalah wewenang moral dari kepribadian, ia mencerminkan yang ideal dan bukan yang real.

Perkembangan Kepribadian
Freud mungkin merupakan psikolog pertama yang menekankan aspek perkembangan kepribadian dan terutama menekankan peranan menentukan darib tahun-tahun awal masa bayi dan kanak kanak dalam meletakkan struktur watak dasar sang pribadi. Kepribadian berkembang sebagai respon terhadap empat sumber tegangan poko yakni : (1) proses-proses pertumbuhan fisiologis, (2) frustasi-frustasi, (3) konflik-konflik, (4) ancaman-ancaman.

Disini terdapat tahap-tahap perkembangan menurut Freud , yang pertama tahap oral dimana sumber kenikmatan pokok yang berasal dari mulut dalah makan. Makan meliputi stimulasi sentuhan terhadap bibir dan rongga mulut, serta menelan atau jika makanan tidak menyenangkan maka akan di muntahkan keluar. Selanjutnya karena tahap oral ini berlangsung pada saat bayi sama sekali tergantung pada ibunya untuk mendapatkan makanan.

Kedua tahap anal dimana setelah makanan dicerna maka sisa makanan akan menumpuk di ujung bawah dari usu dan secara refleks akan dilepaskan keluar apabila tekanan pada oto lingkar dubur mencapai taraf tertentu. Ketika kebiasaan akan kebersihan dimulai, biasanya selama umur dua tahun anak mendapatkan pengalaman pertama yang menentukan tentang pengaturan atas suatu impuls instingtual oleh oihak luar.

Ketiga tahap phalik selama tahap perkembangan kepribadian ini yang menjadi pusat dinamika adalah perasaan-perasaan seksual dan agresif berkaitan dengan mulai berfungsinya organ-organ genital. Kenikmatan masturbasi serta kehidupan fantasi anak yang menyertai aktivitas auto-erotik membuka jalan bagi timbulnya kompleks oedipus. Disini ada suatu riwayat dan akhir kompleks oedipus berbeda untuk anak laki-laki dan perempuan. Mula-mula keduanya mencintai ibu karna ibu memenuhi kebutuhan mereka dan membenci ayahnya karna ayahnya dipandang sebagai saingan dalam merebut kasih sayang ibu. Perasaan ini menetap pada diri anak laki-laki, tetapi berubah pada anak perempuan.

Keempat tahap genital. Kateksis-kateksis dari masa-masa pragenital bersifat narsistik. Hal ini berarti bahwa individu mendapatkan kepuasan dari stimulasi dan manipulasi tubuhnya sendiri sedangkan orang lain dikateksis hanya karna membantu memberikan bentuk-bentuk tambahan kenikmatan tubuh bagi anak.

Teori kepribadian menurut Erikson

- BASIC TRUST VS MISTRUST
Pada perkembangan ini bayi mengembangkan perasaan nyaman pada suatu tempat yg baik dan aman yaitu orangtua. Yang berfungsi mengembangkan rasa percaya pada bayi.

- AUTONOMY VS SHAME AND DOUBT
Pada tahap ini menentukan tumbuhnya kemauan baik dan kemauan keras, anak mempelajari apa yang diharapkan, apa kewajiban dan haknya di sertai batasan yg dikenakkan pada dirinya.

- INITIATIVE VS GUILT
Pada tahap ini menumbuhkan inisiatif anak pada masa awal anak masuk sekolah ataupun taman kanak – kanak dan mengembangkan perilaku yang bertujuan untuk mengatasi tantangan dan tanggung jawab.

- INDUSTRY VS INFERIORITY
Pada masa ini berkembang kemampuan deduktif, disiplin diri dan kemampuan berhubungan dengan teman sebaya serta rasa ingin tahu akan meningkat.

- EGO IDENTITY VS ROLE CONFUSION
Pada tahap ini remaja atau individu dapat mengenal lebih dalam tentang dirinya, sifat – sifat mereka, keinginan atau cita – cita, yg bersifat mengenai pribadi.

- INTIMACY VS ISOLATION
Pada masa ini menumbuhkan kemampuan dan kesediaan meleburkan diri dengan diri org lain, tanpa merasa takut merugi atau kehilangan sesuatu yg ada pada dirinya yg disebut intimasi. Sedangkan isolasi adalah
 ketidak mampuan bergaul dgn org lain.
-
 GENERATIVITY VS STAGNATION
Pada masa ini menunjukkan perhatiannya terhadap apa yg dihasilkan, keturunan, ide – ide , produk – produk yg berkaitan dengan kehidupan generasi mendatang adalah merupakan hal yg positif. Sebaliknya, jika tidak di ungkapkan maka kepribadiannya akan mundur atau stagnasi.

- INTEGRITY VS DESPAIR
Masa untuk melihat kembali apa yg telah kita dapat atau raih dari kehidupan kita yg lalu. Kehidupan yg merasa hasilnya puas adalah integritas dan sebaliknya jika rugi adalah despair

Daftar Pustaka : Calvin S. hall & Gardner Lindzey. 1993. Teori-Teori Psikodinamik (Klinis). Yogyakarta : Kanisius.
Siswanto.2007. Kesehatan Mental. Yogyakarta : Andi.
Schultz.Duane. 2011. Psikologi Pertumbuhan dan Model - Model Kepribadian Sehat. Yogyakarta : Kanisius.
Sarwono. Sarlito. 2010. Pengantar Psikologi Umum. Jakarta : Rajawali Pers              

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar